Paul Rotter – Opini Sumber Kerugian
Unknown
13.58
0
Rotter
adalah seorang trader profesional yang sukses dalam dunia trading. Tapi
kesuksesannya tidaklah didapat dengan mudah dan cepat. Ia banyak
mengivestasikan waktunya untuk belajar. Ketika Rotter bekerja di salah satu
Bank Japan, ia bertemu dengan salah seorang chief trader di bank tersebut.
Chief tersebut merupakan trader senior yang selalu mampu membuat keuntungan
konsisten dan membukukan profitnya setiap bulan. Rotter banyak menghabiskan
waktunya untuk belajar dari seniornya itu. Kerja keras Rotter membuahkan hasil
ketika ia bersama rekannya, Kinski membuka Greenhouse, suatu firma finansial.
Dari modal awal sebesar US $ 526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse
telah membukukan profit US $ 6.500.000,- Paul Rotter seorang trader sukses
dengan jumlah lot trading rata-rata sebesar 3 juta setiap bulan dan berhasil
membukukan 65 juta sampai 78 juta dollar setiap tahunnya.
Keberhasilan
Rotter dilandasi oleh penilaiannya terhadap kegiatan trading. Baginya menjadi
trader bukanlah menjadi penjudi, tapi menjadi profesional. Rotter mempelajari
seluru aspek dan variabel trading secara teliti dan detil. Trading adalah
sesuatu yang bisa diperhitungkan dan dianalisa. Rotter selalu menerapkan money
management yang terukur dan tepat. Setiap kali akan melakukan trading, Rotter
selalu menargetkan loss ataupun profitnya. Jika memang loss atau profit sudah
sesuai target maka dia tak akan open posisi lagi. Ia juga tidak segan-segan
untuk menutup posisi bila memang transaksinya salah. Ketika posisi memang
salah, ia selalu mencari penyebab kenapa market melawan transaksi. Bila memang
ada bukti-bukti yang mendukung kesalahannya maka transaksi tersebut pasti akan
ditutup. Disini kita melihat harga yang melawan belum tentu sebuah kesalahan.
Rotter selalu mencari penyebab dari perlawanan tersebut hingga akhirnya
keputusan untuk keluar posisi dilakukan.
Ia
juga selalu melihat fundamental, rilis news, rumor yang beredar sebelum market
open. Waktu libur selama dua hari sebelum market buka pada hari Senin pagi ia
menggunakannya untuk mengamati, mempelajari jadwal-jadwal penting mengenai news
yang beredar. Setelah ia tahu ada hal penting tersebut, mulailah mengumpulkan
informasi level-level penting di market. Biasanya akan membentuk trend panjang
setelah melewati level harga penting. Level ini identik dengan aturan
fibonanci, support resisten, ataupun pivot point.
Seorang
trader harus memiliki dasar transaksi, bukan opini. Jika harga melawan
transaksi, sedangkan market telah memperlihatkan signal lain dan kita tetap
berpegang teguh tidak menutup posisi maka hal ini identik dengan opini. Jadi
semakin kuat opini trader, semakin tidak rela melakukan close posisi. Begitulah
pendapat Paul Rotter, salah satu trader sukses yang diakui dunia.
Paul Rotter – Opini Sumber
Kerugian
Sumber: dunia forex,
wikipedia, redgo, wienjourney, belajar forex


Tidak ada komentar