Combined Post

Mag Posts

Gambar tema oleh A330Pilot. Diberdayakan oleh Blogger.

Combined Posts 2

Mag Post 2

2 Column Post

Simple Post

Simple Post 2

New Carousel


Di era globalisasi berkaitan dengan aktivitas ekonomi saat ini, uang bukan saja merupakan alat pembayaran, melainkan sudah menjadi semacam komoditi yang dapat diperdagangkan.  

Foreign Exchange, pertukaran valuta asing atau biasa disingkat dengan forex merupakan perdagangan mata uang dua negara yang nilainya berbeda dari waktu kewaktu. Forex merupakan produk investasi yang sifatnya liquid dan bersifat internasional. Perbedaan nilai mata uang kedua negara yang berubah dari waktu ke waktu inilah yang menjadi dasar diperolehnya keuntungan.

Sebenarnya keberadaan forex trading telah lama ada sejak ditemukannya teknik mengkonversi mata uang sebuah negara ke mata uang negara lainnya. Namun, secara kelembagaan baru ada setelah didirikannya badan arbitrase kontrak berjangka (futures). Contohnya adalah IMM (Internasional Money Market) yang merupakan divisi bagian dari CME (Chicago Mercantile Exchange, khusus menangani produk perishable commodities). Contoh lainnya adalah LIFFE (London International Financial Futures Exchange), TIFFE (Tokyo International Financial Futures Exchange).

Menempatkan dana untuk diinvestasikan dalam forex pada dasarnya sama seperti investasi produk bank dalam satuan mata uang asing atau sama dengan prinsip investasi di dalam pembelian saham. Mengapa demikian, karena jika dianalogikan dengan investasi bank, terdapat perbedaan antara kurs jual dengan kurs beli, sama dengan saham, karena mengharapkan adanya fluktuasi harga (nilai) dan kedua-duanya merupakan sarana investasi yang sangat sensitif terhadap perkembangan makro-mikro ekonomi. Keuntungan yang diharapkan adalah selisih antara kurs jual dan beli (capital gain).

Berikut ilustrasi sederhana tentang perdagangan forex. Jika 1 dollar kita beli dengan harga Rp 12.000 lalu terjadi kenaikan terhadap nilai dollar menjadi Rp 14.000, berarti untuk tiap 1 dollar kita untung Rp 2.000. Sekarang Anda bisa membayangkan jika Anda memiliki 10.000 dollar. Ini berarti Anda mendapatkan keuntungan sebesar Rp 20.000.000. Hal ini bisa terjadi dalam waktu yang singkat karena karakteristik fluktuasi valuta asing yang sangat dinamis.

Forex (Foreign Exchange) adalah perdagangan yang paling likuid di banding perdagangan lainnya. Di pasar forex inilah kebanyakan trader pemula memulai aktivitas trading mereka. Tidak seperti pasar lainnya, pasar forex berjalan dalam rentang waktu 24 jam hari kerja. Mata uang yang kerap diperdagangkan adalah mata uang negara-negara maju seperti Dollar Amerika (USD), Yen Jepang (JPY), Swiss Franc (CHF), Poundsterling Inggris (GBP), Australian Dollar (AUD), dan Euro (EUR). Semua mata uang ini diperdagangkan secara berpasang-pasangan (disebut pair), contohnya EUR/GBP, CHF/JPY dsb.

Saat ini pasar forex merupakan aktivitas perdagangan dengan volume perdagangan terbesar dibanding perdagangan komoditas lainnya. Perputaran uang yang terjadi pada pasar forex mencapai US $ 1.8 triliun per harinya. Jumlah ini 40 kali lebih besar apabila dibandingkan perputaran uang di bursa berjangka lain seperti komoditi atau pun pasar saham di tiap-tiap bursa efek negara maju manapun. Artinya dengan volume perdagangan sebesar itu, pasar ini sifatnya sangat liquid, dan kendali perdagangan tidak dapat dipegang oleh hanya beberapa pihak yang memiliki modal besar. Pergerakan mata uang ini sepenuhnya bergantung pada pasar. Ada banyak pemain besar atau kecil di forex trading, tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu mengontrol pergerakan kurs valuta asing.

Mungkin akan timbul pertanyaan, kalau begitu apa bedanya forex dengan jual beli valuta di money changer? Ada beberapa perbedaan mendasar antara perdagangan forex dengan money changer. Selain pasangan yang diperdagangkan adalah mata uang asing dengan mata uang asing lainnya (bukan rupiah), forex juga tidak melibatkan perdagangan secara fisik. Dan yang lebih penting lagi karena tidak melibatkan perdagangan secara fisik, forex trading dapat dijalankan dengan sistem margin atau jaminan (margin trading).

Contohnya bila saya menginginkan membeli US$ 10.000, maka dengan sistem margin trading saya cukup mengeluarkan dana 1% nya saja yaitu sebesar US$ 100 sebagai jaminan. Namun keuntungan yang saya peroleh dari apresiasi (kenaikan) dollar AS adalah sama nilainya dengan US$ 10.000 yang saya beli. Jadi karena investor tidak memegang mata uang yang dibeli atau dijual, hanya bukti transaksinya saja, maka jaminan yang diberikan relatif sangat kecil dibanding jumlah valuta yang hendak dibeli.

Hal yang sangat membedakan lagi, untuk konsep keuntungan, forex memanfaatkan konsep two ways opportunity. Mendapat keuntungan jika harga naik mungkin tidak perlu dijelaskan karena merupakan konsep yang wajar, kita membeli sesuatu saat harganya murah (Open Buy) dan berharap harganya naik lalu menjualnya (Sell Liquid), keuntungan di dapat dari selisih harga jual dengan harga beli. Jadi bagaimana kalau harga turun? Bagaimana mendapatkan keuntungannya? Konsep untuk mendapatkan keuntungan saat harga turun adalah jual terlebih dahulu saat harga mahal, lalu beli kembali saat harga turun. Bagaimana saya bisa menjual kalau saya belum membeli? Bisa, karena ada orang yang mau meminjamkannya pada Anda!

Contoh sederhananya adalah sistem konsinyasi dalam dunia perdagangan, dimana kita dipinjamkan barang oleh supplier untuk dijual padahal kita tidak langsung membayar saat barang kita terima. Sesudah barang terjual ke pelanggan kita (tentunya harganya lebih mahal dari harga beli ke supplier), barulah kita membayar kembali pada supplier kita dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga jual ke konsumen kita.

Nah demikian pula pada forex trading, saat anda membuka posisi jual, maka anda meminjam posisi orang lain untuk dijual dan anda harus mengembalikannya dengan membeli dari market lagi, tentunya dengan harapan saat kita membeli untuk mengembalikan pinjaman, harganya lebih murah (turun) daripada saat kita menjual / meminjam (sell). Proses ini dilakukan oleh sistem melalui bursa, jadi kita tidak mengetahui dari siapa kita meminjam (membuka posisi sell) dan dari siapa kita membeli (menutup posisi sell) tersebut. Dengan kondisi market forex yang mendunia maka selalu saja ada orang yang menjual atau membeli saat itu. Inilah konsep open sell, membuka posisi sell (jual) dan mengharapkan harga turun supaya dapat kita tutup (buy liquid) dengan harga yang lebih rendah. Keuntungan didapat dari selisih harga jual dengan harga beli. Tapi kalau sampai harga naik melampaui harga beli (open buy), maka anda mengalami kerugian.

Selain hal diatas, pertanyaan sederhana yang seringkali dilontarkan para investor baru sebelum memulai investasinya di forex trading adalah, kenapa saya harus berinvestasi di forex? Apa kelebihan forex dibandingkan dengan investasi lainnya? Kemajuan teknologi memungkinkan munculnya beberapa kelebihan yang sangat mempermudah aktifitas investasi pada forex. Berikut beberapa kelebihan yang ditawarkan forex trading yang tidak dapat ditawarkan investasi lainnya:

1. Return on Investment tertinggi dibanding investasi lainnya. Adakah investasi yang sanggup menawarkan return hingga tak terbatas? Forex dapat melakukannya!

2. Likuiditas yang tinggi. Ini berarti anda selalu dapat membeli atau menjual mata uang yang hendak Anda transaksikan dan tidak ada istilah gagal serah disini. Ketika anda melakukan aksi beli, selalu ada pihak lain yang akan menjualnya kepada anda dan sebaliknya. Ini terjadi karena memang lingkup investasi forex adalah bursa dunia yang saling terhubung satu sama lain. Berbeda dengan bursa lokal, dimana transaksi hanya berlangsung pada bursa tersebut saja sehingga dapat terjadi peristiwa gagal serah.

3. Modal yang dibutuhkan relatif kecil. Memang dahulu modal yang dibutuhkan bisa sangat besar (mencapai 100 juta rupiah). Tapi kini dengan metode forex online, modal yang dibutuhkan bisa dibawah 5 juta rupiah. Bandingkan dengan investasi lain misalnya saham yang membutuhkan modal setidaknya 20 juta rupiah atau investasi sektor riil yang biasanya lebih dari 50 juta rupiah.

4. Jam trading 24 jam sehari dan 5 hari seminggu. Tidak ada kata malam atau siang hari dalam dunia forex trading. Pasar berlangsung selama 24 jam sehari dimulai dari pasar Asia hingga pasar Eropa dan Amerika. Bandingkan dengan saham yang hanya buka pada office hours atau pasar komoditi yang hanya buka pagi hingga siang hari. Jika anda seorang pekerja kantoran, anda dapat bertransaksi forex trading pada malam hari dan tidak mengganggu jam kerja anda.

5. Dimana saja, kapan saja dan siapa saja bisa bergabung. Betul, investasi tidak mengenal kelas. Begitu juga dengan forex trading. Siapa pun anda, pedagang, pekerja, seorang ibu rumah tangga atau bahkan seorang petani sekali pun dapat bergabung. Dengan kemajuan dunia internet, anda dapat bertrading dimana saja tanpa harus pergi ke bursa yang bersangkutan atau menelepon dealer anda secara langsung. Ini jelas menghemat waktu dan biaya.

6. Investor bertindak aktif dalam investasinya. Tidak seperti investasi lain dimana investor hanya dapat mempercayakan dananya dikelola pihak ketiga (reksadana, asuransi, deposito, dsb), pada forex trading anda lah yang menentukan sendiri kapan dan seberapa besar anda hendak berinvestasi dengan melakukan aksi beli atau jual. Kini investasi anda bergantung pada diri anda sendiri dan tidak kepada orang lain.

7. Harga real time yang dapat anda akses secara online.

8. Tersedia demo account yang dapat anda miliki secara gratis tanpa membayar. Jika anda orang baru dalam dunia forex, ini akan sangat membantu anda karena harga yang tertera pada demo account adalah sama dengan harga yang sesungguhnya terjadi di pasar.

9. Leverage yang ditawarkan lebih dari 1:100. Ini artinya dengan satu bagian yang anda keluarkan, dapat membeli atau menjual sebanyak 100 bagian. Inilah kelebihan dari margin trading dimana yang dibutuhkan hanyalah jaminan saja untuk membeli atau menjual barang yang dibutuhkan. Pada forex trading ini diimplementasikan dengan modal sebesar 1 juta rupiah maka anda dapat membeli dollar sebanyak $ 10.000 dan juga sebaliknya untuk aksi jualnya.

10. Online reporting and transaction. Memang dahulu forex trading dilakukan melalui telepon dan laporan tertulis hasil transaksi Anda akan dikirim melalui email atau bahkan pos setiap bulannya. Tetapi kini dengan akses internet, bahkan laporan transaksi Anda pun dapat anda akses kapan pun Anda mau tanpa harus menunggu dari pihak pialang melaporkannya kepada anda.

11. Keamanan dan kerahasiaan terjamin. Meskipun transaksi dilakukan melalui internet bukan berarti kemanan dan kerahasiaan informasi serta dana anda tidak dijamin. Pihak pialang menyediakan enskripsi data yang ditransaksikan dan dana anda pun aman tersimpan pada segregated account apabila anda melakukannya pada pialang yang legal.

Lalu bagaimana dengan sisi lemahnya. Perlu untuk kita pahami bahwa forex termasuk dalam katagori investasi high risk - high return. Pada dasarnya, semua jenis investasi memiliki kemungkinan merugi. Besarnya potensi kerugian akan sebanding dengan besarnya potensi keuntungan yang dapat kita peroleh. Semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh, maka semakin besar juga potensi kerugian yang dapat timbul. Jika anda tergolong sebagai safe investor yang tidak menyukai resiko atau dalam portfolio investasi anda, maka nampaknya forex trading bukan jenis investasi yang cocok bagi anda. Hal ini disebabkan karena forex trading merupakan investasi yang memiliki pergerakan sangat cepat, baik dalam likuiditas maupun dalam pergerakan harga. Secara logika, forex trading dapat saja memberi anda keuntungan sebesar puluhan sampai ratusan persen dalam satu hari namun dapat juga merugikan anda hingga kehilangan jumlah yang sama. Jika anda seorang risk taker, maka forex trading adalah jenis investasi yang cocok dengan anda, dalam arti untuk memperoleh keuntungan besar, maka anda pun siap menanggung potensi kerugian yang sama.


Sentuhan Pertama Dengan Forex Trading
Erwin Selian



Rotter adalah seorang trader profesional yang sukses dalam dunia trading. Tapi kesuksesannya tidaklah didapat dengan mudah dan cepat. Ia banyak mengivestasikan waktunya untuk belajar. Ketika Rotter bekerja di salah satu Bank Japan, ia bertemu dengan salah seorang chief trader di bank tersebut. Chief tersebut merupakan trader senior yang selalu mampu membuat keuntungan konsisten dan membukukan profitnya setiap bulan. Rotter banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dari seniornya itu. Kerja keras Rotter membuahkan hasil ketika ia bersama rekannya, Kinski membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar US $ 526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit US $ 6.500.000,- Paul Rotter seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata sebesar 3 juta setiap bulan dan berhasil membukukan 65 juta sampai 78 juta dollar setiap tahunnya.

Keberhasilan Rotter dilandasi oleh penilaiannya terhadap kegiatan trading. Baginya menjadi trader bukanlah menjadi penjudi, tapi menjadi profesional. Rotter mempelajari seluru aspek dan variabel trading secara teliti dan detil. Trading adalah sesuatu yang bisa diperhitungkan dan dianalisa. Rotter selalu menerapkan money management yang terukur dan tepat. Setiap kali akan melakukan trading, Rotter selalu menargetkan loss ataupun profitnya. Jika memang loss atau profit sudah sesuai target maka dia tak akan open posisi lagi. Ia juga tidak segan-segan untuk menutup posisi bila memang transaksinya salah. Ketika posisi memang salah, ia selalu mencari penyebab kenapa market melawan transaksi. Bila memang ada bukti-bukti yang mendukung kesalahannya maka transaksi tersebut pasti akan ditutup. Disini kita melihat harga yang melawan belum tentu sebuah kesalahan. Rotter selalu mencari penyebab dari perlawanan tersebut hingga akhirnya keputusan untuk keluar posisi dilakukan.

Ia juga selalu melihat fundamental, rilis news, rumor yang beredar sebelum market open. Waktu libur selama dua hari sebelum market buka pada hari Senin pagi ia menggunakannya untuk mengamati, mempelajari jadwal-jadwal penting mengenai news yang beredar. Setelah ia tahu ada hal penting tersebut, mulailah mengumpulkan informasi level-level penting di market. Biasanya akan membentuk trend panjang setelah melewati level harga penting. Level ini identik dengan aturan fibonanci, support resisten, ataupun pivot point.

Seorang trader harus memiliki dasar transaksi, bukan opini. Jika harga melawan transaksi, sedangkan market telah memperlihatkan signal lain dan kita tetap berpegang teguh tidak menutup posisi maka hal ini identik dengan opini. Jadi semakin kuat opini trader, semakin tidak rela melakukan close posisi. Begitulah pendapat Paul Rotter, salah satu trader sukses yang diakui dunia.


Paul Rotter – Opini Sumber Kerugian
Sumber: dunia forex, wikipedia, redgo, wienjourney, belajar forex